Kesehatan

Alasan Kenapa Pasien Covid-19 yang Baru Sembuh Tidak Disarankan Suntik Vaksin

Program vaksin yang dilakukan oleh pemerintah terus diupayakan sebagai langkah penanganan Covid 19. Namun ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan bagi penerima vaksin. Di antaranya, penderita penyakit komorbid misalnya diabetes, jantung, hipertensi dan sebagainya. Sebelum menerima vaksin perlu dipastikan jika penyakit komorbid yang diderita sudah terkendali secara baik.

Terkait alasan penderita Covid 19 yang baru saja dinyatakan negatif dan sembuh secara medis belum boleh divaksin, dr Heidy Agustin, Sp. P(K) menyatakan memang tidak disarankan untuk langsung melakukan vaksin. Hal ini dikarenakan dalam tubuh sudah terbentuk kekebalan. "Nanti setelah tiga bulan, kadar antibodi kembali menurun. Maka perlu ditingkatkan kembali imunitas menggunakan vaksin," katanya saat diwawancara, Selasa (6/4/2021).

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah sama sama mengoptimalkan vaksinasi bagi lanjut usia (lansia), kelompok umur 60 tahun ke atas. Vaksinasi bagi lansia bertujuan untuk meminimalisasi angka kesakitan dan kematian akibat COVID 19 , terlebih kelompok lansia yang memiliki fatality rate tinggi terhadap paparan COVID 19. Dr Siti Nadia Tarmizi MEpid, Juru Bicara Vaksinasi COVID 19 dari Kemenkes mengatakan, saat ini telah ada sejumlah kemudahan dalam rangka mengakselerasi dan membantu lansia mendapatkan akses vaksinasi.

“Kini lansia bisa mendatangi pos pos pelayanan vaksinasi ataupun sentral vaksinasi tanpa perlu keterangan domisili lagi. Kita mengharapkan, minimum 90% lansia sudah kita berikan vaksinasi dosis pertama di akhir Juni,” terangnya dalam Dialog Publik bertema Tugas Mulia Urus Lansia yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Selasa (6/4/2021). “Kita sudah membuka begitu banyak sentra vaksinasi baik itu yang ada di Puskesmas maupun juga di beberapa pos pos layanan vaksinasi milik pemerintah,” terang Siti Nadia.

Akselerasi vaksinasi terhadap lansia memang diperlukan mengingat tingkat partisipasinya yang masih di angka 8,2% secara nasional. Menurut Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. “Ada faktor ketakutan dan keraguan,yang selama ini jadi faktor utama bagi para lansia untuk mendatangi tempat tempat vaksinasi,” ujarnya.

Menurut Hindra Irawan vaksinasi COVID 19 telah mencakup 145 juta jiwa di seluruh dunia dan tidak berbahaya. “Memang sudah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan. Namun saya bisa pastikan, KIPI ini adalah reaksi alamiah yang wajar. Ini terjadi pada setiap imunisasi yang artinya vaksin tersebut aman dan dapat diberikan bagi lansia,” jelasnya.

Hindra Irawan mengimbau memperbanyak membaca dan menyebarkan berita gembira terkait vaksinasi lansia. “Testimoni dari pasangan lansia yang datang itu tolong juga diambil gambarnya dan diwawancara, kemudian diberikan penghargaan sehingga masyarakat percaya,” pesannya. Alasan mengapa vaksinasi bagi lansia sangatlah penting, juga diungkapkan dr. Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog.

“Satu dari 3 pasien COVID 19 yang dirawat di rumah sakit merupakan golongan lansia. Itulah alasan, mengapa kita sangat menginginkan memperbanyak cakupan vaksinasi bagi golongan lansia ini, karena kita harus melindungi orang tua kita dengan segera,” kata Dirga Rambe. “Sampai saat ini, vaksin itu aman, efektif, halal, dan gratis.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak vaksinasi. Jadi, ayo kita proaktif sebagai anak dan sebagai anak muda, pengurus RT/RW, untuk membawa atau mendaftarkan lansia agar bisa segera divaksinasi,” katanya. Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 terus berjalan. Bahkan, kini penyelenggaraannya dilakukan melalui sentra vaksinasi.

Jika Anda melakukan vaksinasi yang dihadiri banyak orang, maka Anda harus mengantre dengan aman dan baik. Berikut empat tips aman dan baik saat mengantre seperti dikutip dari Instagram SatgasCovid 19.id, Senin (5/4/2021). Pertama, meminimalisir berbicara dengan orang lain.

Anda dapat meminimalisasi berbicara. Sementara jika ada suatu hal yang mengharuskan berbicara, cobalah untuk melakukannya dengan sangat pelan. Kedua, selalulah menjaga kebersihan tangan Bawa dan gunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan. Hand sanitizer akan sangat membantu jika tidak terdapat fasilitas cuci tangan.

Ketiga, jika diperlukan tambahkan pelindung wajah Dengan pelindung ekstra, maka potensi tertular juga makin minim. Seperti dilansir laman Science Focus, risiko terinfeksi saat memakai pelindung wajah adalah 6 persen dan akan menjadi 16 persen jika tidak menggunakannya. Keempat, tetap jaga jarak

Menjaga jarak minimal 2 meter dirasa cukup baik saat harus beraktivitas di luar rumah. Risiko terinfeksi virus corona menjadi lebih kecil ketika jaga jarak yang ditetapkan makin jauh. Vaksinasi merupakan salah satu upaya dalam pengendalian Covid 19 di Indonesia selain disiplin pada protokol kesehatan 3M. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *