Sport

Catatan Kegemilangan Axelsen Raih Emas Olimpiade: Hentikan Dominasi China & Samai Pendahulunya

Terdapat dua catatan menarik yang menghiasi kegemilangan performa Viktor Axelsen yang baru saja menyabet status sebagai peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021. Pebulutangkis tunggal putra asal Denmark tersebut mampu memenangkan emas setelah mengalahkan Chen Long (China) di final Olimpiade Tokyo, Senin (2/8/2021) malam. Axelsen mampu mengalahkan Chen Long dengan performa luar biasa lewat permainan straight game, skor 21 15 dan 21 12.

Kemenangan tersebut membuat Axelsen melanjutkan kegemilangannya dalam melakoni berbagai turnamen besar pada beberapa tahun terakhir. Sebelum memenangkan emas Olimpiade, Axelsen tercatat telah mampu meraih juara di berbagai turnamen bergengsi BWF World Tour. Mulai dari Swiss Open (2021), Thailand Open (2020), Thailand Masters (2020), All England (2020), hingga Spains Masters (2020).

Terlepas dari hal itu jika menilik perjalanan Axelsen bisa melangkah ke podium tertinggi memanglah sangat layak ia meraih emas. Axelsen mampu tampil gemilang dan tak terkalahkan sepanjang perjalanannya di Olimpiade Tokyo 2021. Sebelum menumbangkan Chen Long dalam partai final, ia sudah mengalahkan nama nama seperti Kevin Cordon (Guatamela), Shi Yuqi (China), dan Wang Tzu Wei (Taiwan) di babak sistem gugur.

Ada beberapa catatan menarik yang mengiringi kegemilangan Axelsen memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo 2021. Catatan menarik yang pertama yakni Axelsen mampu menghentikan dominasi China yang telah berlangsung lama dalam mendulang medali emas Olimpiade. Sejak medali emas dimenangkan Taufik Hidayat pada perhelatan Olimpiade Athena 2004, China berhasil mendominasi di podium tertinggi sektor tunggal putra.

Tercatat sudah tiga kali beruntun dimana China mampu menunjukkan dominasinya sebagai negara terkuat dunia di cabor bulutangkis. Lin Dan mengawali dominasi tersebut setelah berhasil memenangkan medali emas tahun 2008 dan 2012. Keganasan Lin Dan berhasil dilanjutkan Chen Long yang berhasil meneruskan tradisi emas China tepatnya di Olimpiade Rio 2016.

Dominasi China akhirnya berhasil dihentikan setelah Axelsen mengalahkan Chen Long yang berstatus sebagai juara bertahan di sektor tunggal putra. Catatan menarik kedua yakni soal keberhasilan Axelsen menyamai catatan gemilang pendahulunya dalam mendulang medali emas. Axelsen memutus puasa medali emas Denmark yang terakhir kali meraih hal tersebut pada sektor tunggal putra tahun 1996 silam.

Kala itu, Poul Erik Hoyer Larsen yang saat ini menjabat sebagai Presiden BWF berhasil meraih emas di Olimpiade Atalanta 1996. Setelah menanti selama kurang lebih 25 tahun akhirnya Axelsen berhasil memutus puasa medali emas Denmark di sektor tunggal putra. Itulah dua catatan menarik di balik keberhasilan Axelsen memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *