Nasional

Curhat Erick Thohir ke Jokowi Alami Beban sebagai Menteri BUMN: Terus Terang, Berat Bapak

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir curhat terkait bebannya menjadi Menteri BUMN di hadapan Presiden Jokowi, Sabtu (16/10/2021) kemarin. Curhatan Erick Thohir terungkap saat ia menghadiri acara Pengarahan Presiden Jokowi kepada jajaran Direktur Utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Setelah dua tahun menjabat, Erick berterus terang mengenai perasaannya saat pertama kali ditunjuk menjadi Menteri BUMN pada Oktober 2019 lalu.

Erick mengaku merasakan beban yang berat karena harus melakukan transformasi BUMN yang jumlahnya sangat banyak. "Sesuai arahan Bapak (Presiden Jokowi) sebelumnya kita harus terus mentransformasi BUMN maka kita coba memetakan problem dan justru bagaimana mengimplementasikan hasilnya." "Karena itu kita awali ketika bapak memerintah saya untuk menjadi Menteri BUMN waktu itu terus terang beban bapak, karena ini besar sekali jumlahnya," kata Erick dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (17/10/2021).

Meski berat, Erick mencoba untuk mencari garis kebijakan yang seimbang untuk para direksi. Hal itu dilakukan agar Kementerian BUMN bisa melakukan tolak ukur pencapaian masing masing BUMN. "Tetapi di situ kita coba mencari apa penekanan atau garis kebijakan yang semuanya bisa seimbang dan baik untuk para direksi dan KemenBUMN bisa melakukan sebagai tolak ukur."

"Oleh karena itu kita meluncurkan 5 prioritas utama BUMN saat itu yang kita sudah paparkan kepada direksi dan seluruh perusahaan," katanya. Untuk itu, Erick merancang sebuah gagasan yang dinamakan AKHLAK. AKHLAK merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

Menurut Erick, AKHLAK adalah kunci dari penyelesaian dalam mentransformasi BUMN dan memetakan masalah. "Karena itu, kita melihat AKHLAK sebagai salah satu yang menjadi kunci buat kita semua," jelasnya. Sehingga, Erick bisa fokus untuk merestrukturisasi 108 BUMN menjadi 41 dari 27 klaster menjadi 12.

Tidak hanya soal AKHLAK, Erick juga membuat strategi lain dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Sebab Erick menyebut, transformasi BUMN tanpa transformasi human capital atau SDM tidak ada artinya. Bahkan, Erick juga mencanangkan terkait kesetaraan gender di dalam kepemimpinan hingga penerapan lima pondasi BUMN.

Erick memiliki target hingga akhir 2021, minimal 15 persen pemimpin BUMN adalah perempuan dan bisa mencapai 25 persen pada 2023. "Kita penting menekankan kesetaraan gender karena itu kita menekan untuk menderajatkan mendapat 15 persen kepemimpinan perempuan di tahun 2021, di tahun 2023, 25 persen." "Kita juga harus punya keberpihakan kepada kepemimpinan muda. Karena yang sudah saya sampaikan kepada para Direksi, Allah sudah memberikan kita otak, pikiran, hasil karya yang sangat luar biasa."

"Tetapi tidak memberikan umur Bapak, jadi ada batasannya. Apalagi penduduk Indonesia sendiri mayoritas sekarang muda," jelas Erick. Sebelumnya diberitakan , Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menutup BUMN yang tidak efektif dan tidak mampu merespons kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya. Jokowi meminta tak ada lagi upaya proteksi atau pengamanan terhadap BUMN yang kondisi keuangannya terlihat sakit.

Ia melarang Erick menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) jika ada BUMN yang kondisi keuangannya sakit atau sekarat. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para direktur utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagaimana diunggah Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021). "Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, distrupsi teknologi, pandemi, dan kalau saudara saudara tidak merespons dari ketidakpastian ini dan adaptasi secepat cepatnya. Kalau pak menteri (BUMN) 'Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN', kalau saya langsung, tutup saja. Nggak ada selamet selametin kalau sudah begitu," cetus Jokowi.

"Kalau yang lalu lalu BUMN BUMN kan banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit tambahi PMN. Sakit, suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," imbuh Jokowi sambil menggeleng gelengkan kepala saat memberikan pengarahan. Jokowi menilai pemberian modal negara itu mengurangi nilai nilai yang ingin dibangun negara terhadap perusahaan pelat merah yang berada di bawahnya. Misalnya, nilai kompetisi yang membuat BUMN tak berani untuk bersaing. Kemudian, mengambil resiko hingga nilai profesionalisme yang tak dijalankan.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta perusahaan pelat merah tak lagi mendapat proteksi dana dari negara jika kondisi keuangannya sekarat. "Sudah lupakan pak Menteri. Lupakan proteksi proteksi itu," ucap Jokowi kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang turut hadir dalam rapat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *